Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 14 - 18 Mei 2018

Ditulis oleh Satrio pada 13 May 2018 22:27


Forexindo - Dolar melemah terhadap beberapa major currencies lainnya di hari Jumat (11 Mei) dimana investor melakukan aksi ambil untung dari reli Dolar dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya tercatat turun ke posisi 92.44 atau melemah 0.14% menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, setelah Rabu (9 Mei) naik ke level tertinggi 4-1/2 bulan di level 93.26.

Di sepanjang pekan (7 - 11 Mei), Indeks Dolar berakhir stagnan setelah mencatatkan reli selama 3 minggu berturut-turut.

Reli Dolar kehilangan momentumnya setelah rilis data inflasi AS (PPI dan CPI) yang menunjukkan angka meleset dari perkiraan. PPI (Producer Price Index) periode April yang dirilis 9 Mei mencatatkan angka lebih kecil perkiraan (aktual: 0.1 persen, konsensus: 0.2 persen, sebelumnya: 0.3 persen). Core PPI sesuai perkiraan, tapi masih lebih rendah dari data bulan sebelumnya (aktual: 0.2 persen, sebelumnya: 0.3 persen).

CPI (Consumer Price Index) periode April yang dirilis 10 Mei tidak sesuai dengan perkiraan, namun masih lebih baik ketimbang bulan sebelumnya (aktual: 0.2 persen, perkiraan: 0.3 persen, sebelumnya: -0.1 persen). Sementara Core CPI meleset dari perkiraan (aktual: 0.1 persen, perkiraan dan bulan sebelumnya: 0.2 persen).

Sementara itu, Euro yang sebelumnya mendapat tekanan versus Dolar, naik 0.55% pada hari Kamis (10 Mei) dan ditutup lebih tinggi 0.22% pada hari Jumat (11 Mei). Tapi di sepanjang pekan (7 - 11 Mei) Euro masih terdepresiasi 0.12% terhadap Dolar.

Euro sebelumnya berada di bawah tekanan setelah data ekonominya kehilangan momentum yang mendorong investor menarik kembali ekspektasinya terhadap seberapa cepat bank sentral Eropa akan mengakhiri program stimulusnya.

Pada hari Jumat (11 Mei) Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi, mengatakan bahwa Zona Euro membutuhkan instrumen fiskal yang baru untuk membantu negara anggota agar dapat segera pulih dari krisis hutang.

Sementara itu, Pound Inggris juga mengambil keuntungan dari lemahnya data inflasi AS dengan GBP/USD naik 0.17% ke 1.3542. Di sepanjang pekan, GBP/USD naik tipis 0.08% setelah anjlok dalam 3 minggu.

Sterling sempat terjungkal ke level terendah 4 bulan terhadap Dolar setelah Bank of England (BoE) tetap menjaga tingkat suku bunga dan besaran program stimulusnya (Kamis 10 Mei), serta memangkas proyeksi pertumbuhan dan inflasi 2018 dan 2019.

Untuk pekan berikutnya, data Retail Sales AS akan menjadi perhatian investor agar mendapatkan informasi terbaru terhadap outlook ekonomi AS di tengah perdebatan terhadap pertanyaan: berapa kali the Fed akan menaikkan suku bunga di tahun ini?

Bersamaan dengan data Retail Sales, pasar juga akan memantau laporan di sektor perumahan, manufaktur dan produksi industri AS. Pembicaraan perdagangan antara AS - China juga akan menjadi perhatian investor.

Di sisi yang lain, pasar akan mencermati GDP kwartal pertama Zona Euro dan Jepang, sementara Inggris akan merilis laporan ketenagakerjaan.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi dari data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 14 Mei
- Pidato Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester, di Paris

Selasa 15 Mei
- Reserve Bank of Australia (RBA) mempublikasi notulen meeting kebijakan moneter
- China merilis data Fixed Asset Investement dan Industrial Production
- Inggris merilis laporan ketenagakerjaan
- Zona Euro melaporkan GDP kwartal pertama 2018
- ZEW Institute melaporkan Economic Sentiment Jerman
- AS merilis data Retail Sales dan Empire State Manufacturing Index

Rabu 16 Mei
- Jepang melaporkan GDP kwartal pertama 2018
- Australia merilis data Wage Price Index
- Zona Euro melaporkan data inflasi (CPI)
- Pidato Presiden ECB, Mario Draghi
- Kanada melaporkan data Manufacturing Sales
- AS merilis data Building Permits, Housing Starts, Capacity Utlization Rate dan Industrial Production
- Pidato pimpinan Swiss National Bank, Thomas Jordan

Kamis 17 Mei
- Australia mempublikasi laporan ketenagakerjaan
- Kanada melaporkan data Foreign Securities Purchases
- AS merilis data Philly Fed Manufacturing Indekx dan Jobless Claims

Jumat 18 Mei
- Kanada merilis data inflasi (CPI) dan Retail Sales

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-may-14--18-1444565
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com