Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 5 - 9 Maret 2018

Ditulis oleh Satrio pada 04 March 2018 21:55


Forexindo - Dolar lengser terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya di hari Jumat (2 Maret) dengan menyentuh level terendah lebih 1 tahun terhadap Yen, ditengah kekhawatiran market terhadap rencana tarif impor baja dan alumunium yang berpotensi memicu perang dagang global.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya turun 0.30% ke posisi 89.95 hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.

Sentimen market terpukul oleh kekhawatiran bahwa proposal Presiden Trump untuk mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap baja dan alumunium dapat menyeret AS ke dalam arena perang dagang dengan China, Uni Eropa dan Kanada.

Negara-negara tersebut, sebagai mayoritas pemegang obligasi AS, dapat melakukan protes dengan cara mengurangi kepemilikan terhadap aset AS.

Sebelum anjlok di akhir pekan, Dolar mendaki ke level tertinggi multi-week di hari Kamis (1 Maret) yang didukung oleh data ekonomi serta pernyataan hawkish ketua the Fed Jerome Powell yang menggarisbawahi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam laju yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya di tahun ini.

Dolar turun tajam terhadap Yen Jepang, dengan USD/JPY yang jatuh menyentuh low 105.25, level terendah sejak November 2016. Di akhir pekan, USD/JPY mencatat penurunan 0.44% di level 105.75.

Yen terdongkrak menguat setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa bank sentral akan membahas jalang keluar dari pelonggaran moneter yang agresif di tahun 2020 jika dapat memenuhi target inflasi 2%.

Sementara itu Euro bergerak lebih tinggi terhadap Dolar, dengan EUR/USD yang mencatat kenaikan 0.43% di posisi 1.2316, dimana investor tengah bersiap mengantisipasi hasil pemilu Italia hari Minggu (4 Maret).

Sterling juga menguat terhadap Dolar, dengan GBP/USD yang terpantau naik tipis 0.20% di kisaran 1.3800 di akhir pekan.

Pekan berikutnya, laporan ketenagakerjaan AS (Jumat 9 Maret) akan menjadi fokus investor, khususnya terhadap data upah rata-rata per jam (Average Hourly Earnings) yang laporan periode sebelumnya sempat memicu turbulensi market equitas setelah data tersebut membukukan angka melebihi perkiraan.

Investor juga akan memperhatikan perkembangan terbaru terhadap proposal tarif impor AS dan meeting bank sentral di wilayah mata uang tunggal Euro, serta Jepang.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 5 Maret
- China mempublikasi laporan Caixin Services Index
- Inggris melaporkan data PMI di sektor jasa
- AS merilis laporan ISM Non-Manufacturing PMI

Selasa 6 Maret
- Australia melaporkan data Current Account dan Retail Sales
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan suku bunga

Rabu 7 Maret
- Australia merilis data GDP kwartal keempat
- Inggris melaporkan data Halifax HPI
- AS mempublikasi laporan ADP Non-Farm Employment Change
- Kanada merilis data Trade Balance
- Bank of Canada mengumumkan tingkat suku bunga

Kamis 8 Maret
- China dan Australia merilis data Trade Balance
- ECB mengumumkan kebijakan moneter, disusul dengan press conference Mario Draghi
- Kanada mempublikasi data Building Permits dan NHPI
- AS melaporkan data Jobless Claims

Jumat 9 Maret
- China melaporkan data inflasi (CPI dan PPI)
- Bank of Japan mengumumkan tingkat suku bunga, disusul dengan press conference
- Inggris merilis data Manufacturing Production dan Goods Trade Balance
- Kanada melaporkan data ketenagakerjaan (Employment Change dan Unemployment Rate)
- AS melaporkan data ketenagakerjaan (Average Hourly Earnings, NFP dan Unemployment Rate)

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-march-5--9-1323552
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com