Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 29 Januari - 2 Februari 2018

Ditulis oleh Satrio pada 28 January 2018 22:37


Forexindo - Dolar AS jatuh terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya di perdagangan Jumat (26/1) dengan memposting penurunan terbesar mingguan sejak Juni tahun lalu, menyusul statement Menteri Keuangan AS yang mengatakan bahwa lemahnya Dolar akan baik bagi perdagangan AS.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap mata uang utama lainnya tercatat turun 0.36% di posisi level 88.87 menjelang akhir pekan. Di sepanjang pekan (22 - 26 Januari), Indeks Dolar merosot 1.64% yang menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Juni 2017.

Dolar jatuh ke level terendah 3 tahun setelah Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan di Davos - Switzerland, Rabu (24/1), bahwa melemahnya Dolar adalah hal yang baik bagi perdagangan AS.

Namun pada hari berikutnya, Kamis (25/1), Presiden Trump menyampaikan statement yang berbeda dengan Mnuchin, bahwa Dolar akan menjadi lebih kuat. Trump menambahkan bahwa menurutnya komentar yang disampaikan oleh Mnuchin telah ditanggapi secara keliru oleh investor.

Komentar tersebut dinilai market sebagai peralihan dari kebijakan tradisional mata uang AS. Risiko dari melemahnya Dolar adalah bahwa hal itu dapat merusak kepercayaan terhadap aset-aset AS, termasuk obligasi AS.

Dolar tetap berada dalam tekanan di akhir pekan menyusul rilis data GDP kwartal keempat AS yang mencatat pertumbuhan tahunan 2.6%, kurang dari ekspektasi untuk pertumbuhan 3% dan lebih rendah dari kwartal sebelumnya yang menunjukkan angka 3.2%.

Greenback jatuh ke level terendah 4-1/2 bulan terhadap Yen Jepang di akhir pekan, dengan penutupan USD/JPY di kisaran 108.58 setelah Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa ekonomi Jepang berlanjut tumbuh dalam kecepatan yang moderat dengan inflasi yang diperkirakan bergerak naik.

Pound Inggris ditutup lebih tinggi terhadap Greenback dengan GBP/USD yang mencatat kenaikan 0.15% di level 1.4159 di tengah optimisme terhadap proses Brexit dan outlook ekonomi.

Euro juga ditutup lebih tinggi terhadap Greenback di akhir pekan dengan EUR/USD yang membukukan kenaikan 0.24% di level 1.2427 setelah menyentuh level tertinggi lebih 3 tahun di 1.2537 pada hari Kamis (25/1).

Presiden European Central Bank, Mario Draghi, mengkritik statement Mnuchin tentang Dolar pada hari Kamis (25/1), dengan mengatakan bahwa komentar tersebut telah melanggar kesepakatan internasional yang telah berlangsung lama yang dirancang untuk mencegah perang mata uang (currency war).

Draghi mengatakan bahwa volatilitas nilai tukar belakangan ini merupakan sumber ketidakpastian sehingga dampaknya perlu dipantau untuk menjamin stabilitas dalam jangka pendek. Euro yang lebih kuat akan menyulitkan ECB untuk meningkatkan inflasi karena harga barang impor menjadi lebih murah yang bertindak sebagai hambatan pada peningkatan harga.

Pada pekan berikutnya, investor akan memfokus perhatian pada publikasi notulen meeting Federal Reserve, dimana meeting tersebut adalah yang terakhir bagi kepemimpinan Janet Yellen sebelum ia digantikan oleh Jerome Powell.

Selain itu, Jobs Data AS (termasuk NFP) dan laporan inflasi Zona Euro juga akan dipantau oleh investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen pasar:

Senin 29 Januari
- AS merilis data Core PCE Price Index, Personal Spending dan Personal Income

Selasa 30 Januari
- New Zealand melaporkan data Trade Balance
- Australia merilis data Business Confidence
- Inggris melaporkan data Net Lending to Individuals
- Zona Euro mempublikasi estimasi GDP kwartal keempat
- AS merilis laporan Consumer Confidence
- Testimoni Gubernur Bank of England (BOE), Mark Carney, di hadapan Economis Affairs Committee, London

Rabu 31 Januari
- Australia merilis data inflasi
- China mempublikasi laporan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur dan jasa
- Jerman melaporkan data Retail Sales, Zona Euro merilis data inflasi (CPI)
- AS mempublikasi laporan ADP Non-farm Employment Change, Chicago PMI dan Pending Home Sales
- Kanada melaporkan data GDP bulanan

Kamis 1 Februari
- publikasi notulen FOMC (dini hari pukul 02:00 WIB)
- Australia merilis data Building Approvals
- China mempublikasi laporan Caixin Manufacturing PMI
- AS merilis data Prelim Nonfarm Productivity, Prelim Unit Labor Costs, Jobless Claims dan laporan ISM Manufacturing PMI

Jumat 2 Februari
- Inggris merilis data Construction PMI
- AS merilis Jobs Data (Average Hourly Earnings, NFP, Unemployment Rate) dan laporan UoM Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-jan-29--feb-2-1161452
comments powered by Disqus
Advertisement

Advertisement

Berita Forex Terbaru

USD/TRY Diperkirakan Akan Konsolidasi Di Bawah 7,1310 - Commerzbank
(6 menit yang lalu)

Analisis Teknis EUR/USD: Pemulihan Jangka Pendek di Sekitar 1,1450. Target Berikutnya Di 1,508
(16 menit yang lalu)

Bursa Asia Menguat, IHSG Rebound
(18 menit yang lalu)

AS: Aksi Sebelum Jackson - TDS
(31 menit yang lalu)

EUR: Dipandu Oleh Turki, Italia, China, Jackson Hole Dan Pasar Musim Panas - ING
(36 menit yang lalu)

GBP/USD Melonjak Ke Puncak Baru Sesi, Melampaui Pertengahan 1,2700
(41 menit yang lalu)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com