Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 22 - 26 Januari 2018

Ditulis oleh Satrio pada 21 January 2018 21:37


Forexindo - Dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap beberapa major currencies rival-rival di penutupan Jumat 19 Januari, namun menutup perdagangan dalam satu pekan dengan harga yang cenderung mendekati level terendah 3 tahun dimana Greenback mendapat tekanan dari ketidakpastian politik AS yang kemudian diberitakan (Sabtu 21 Januari) bahwa layanan pemerintahan AS resmi dinyatakan tidak beroperasi, atau lebih dikenal dengan istiliah government shutdown, akibat dead-lock negosiasi anggaran,

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama lainnya, tercatat naik 0.2% ke 90.49 di akhir pekan, setelah sebelumnya menyentuh 89.96 yang menjadi level terendahnya sejak Desember 2014. Di sepanjang pekan (15 - 19 Januari), Indeks Dolar mengalami penurunan 0.4%.

Greenback berada dalam tekanan menyusul bertumbuhnya pandangan bahwa pemulihan ekonomi global akan dapat melampaui pertumbuhan AS yang dapat menyebabkan bank sentral utama lainnya, termasuk bank sentral Uni Eropa (European Central Bank), untuk mulai melepaskan pelonggaran kebijakan moneter dengan laju normalisasi yang lebih cepat.

USD/JPY mencatat penurunan 0.36% ke 110.69 di akhir pekan, mendekati 110.18 yang menjadi level terendah 4 bulan. Langkah Bank of Japan (BOJ) terhadap program pembelian obligasi di awal bulan, telah memicu spekulasi bahwa bank sentral Jepang akan meninggalkan skema stimulus pembelian obligasi di akhir tahun 2018.

Sementara itu, Sterling pullback terhadap Dolar di perdagangan akhir pekan setelah rilis data Retail Sales Inggris yang mengecewakan dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi outlook ekonomi Inggris. GBP/USD tercatat turun 0.28% di kisaran 1.3858 setelah sebelumnya sempat menanjak menyentuh 1.3944 yang menjadi level tertingginya sejak referendum Brexit di bulan Juni 2016.

Pekan berikutnya, investor akan fokus pada pengumuman hasil meeting/pertemuan kebijakan moneter ECB dan BOJ. Selain itu, GDP kwartal keempat AS dan Inggris juga akan menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 22 Januari
- Kanada melaporkan Wholesale Sales

Selasa 23 Januari
- Bank of Japan (BOJ) mengumumkan tingkat suku bunga yang akan disusul dengan press conference
- Inggris merilis data Public Sector Net Borrowing
- ZEW melaporkan Economic Sentiment Jerman

Rabu 24 Januari
- Zona Euro merilis data Flash Manufacturing PMI dan Flash Services PMI
- Inggris mempublikasi data Average Earnings Index, Claimant Count Change dan Unemployment Rate
- AS melaporkan data Existing Home Sales

Kamis 25 Januari
- New Zealand melaporkan data inflasi (CPI)
- Ifo Institute merilis data Business Climate Jerman
- European Central Bank (ECB) mengumumkan kebijakan moneter terbaru yang disusul dengan press conference oleh Presiden ECB Mario Draghi
- Kanada merilis data Retail Sales
- AS merilis data Jobless Claims dan New Home Sales

Jumat 26 Januari
- Pasar finansial Australia libur
- Inggris merilis data GDP kwartal keempat
- Kanada merilis data inflasi
- AS melaporkan data GDP kwartal keempat dan Durable Goods Orders
- Pidato Gubernur Bank of England (BOE) Mark Carney
- Pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-january-22--26-1130630
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com