Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 15 - 19 Januari 2018

Ditulis oleh Satrio pada 14 January 2018 23:43


Forexindo - Euro melakukan reli ke level tertinggi lebih 3 tahun terhadap Dolar di perdagangan hari Jumat 12 Januari, setelah mata uang tunggal Uni Eropa tersebut didukung oleh ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) akan memulai langkah untuk mengurangi program stimulusnya tahun ini.

EUR/USD membukukan kenaikan 1.37% di kisaran 1.2197 hingga menjelang penutupan perdagangan akhir pekan. Ini adalah level tertingginya sejak Desember 2014. Di sepanjang pekan (8 - 12 Januari) pasangan mata uang ini mencatat kenaikan 1.33%.

Euro menguat secara luas setelah publikasi notulen meeting ECB (Kamis 11 Januari) yang menyebutkan bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan guidance perubahan kebijakan secara gradual yang akan dimulai di awal tahun ini.

Investor menilai bahwa notulen tersebut adalah statement hawkish yang menjadi indikasi persiapan bank sentral untuk mengurangi program pembelian obligasi yang selanjutnya akan mengarah pada kenaikan suku bunga, apabila data-data fundamental ekonomi Zona Euro berlanjut menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Menguatnya mata uang Euro berakibat pada melemahnya Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Indeks Dolar merosot 1.13% ke level 90.62. Ini adalah penurunan yang terbesar sejak Januari 2015.

Pound Inggris juga ikut melesat terhadap Dolar dengan GBP/USD yang mencatat kenaikan 1.39% di akhir pekan. Ini adalah level yang tertinggi sejak Juni 2016 yang lalu. Menguatnya Pound Inggris didukung oleh adanya laporan yang menyebutkan bahwa Belanda dan Spanyol membuka pintu perundingan agar Inggris tidak menjauh dari Uni Eropa pasca Brexit.

Pekan berikutnya, tak banyak data ekonomi AS yang akan dirilis, namun data perumahan AS akan mendapat perhatian investor untuk mencari indikasi terbaru terhadap outlook di sektor properti perumahan.

Data inflasi Inggris dan GDP China juga akan menjadi fokus market, termasuk pengumuman kebijakan moneter Bank of Canada (BOC).

Berikut di bawah ini adalah kompilasi dari data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 15 Januari
- Pasar finansial AS libur (Martin Luther King Day)

Selasa 16 Januari
- New Zealand merilis data Business Confidence
- Inggris merilis data inflasi (CPI, PPI dan RPI)
- AS mempublikasi data Empire State Manufacturing Index

Rabu 17 Januari
- Pidato pimpinan SNB (Swiss National Bank), Thomas Jordan
- Zona Euro merilis data CPI
- AS melaporkan data Capicity Utilization Rate dan Industrial Production
- Bank of Canada (BOC) mengumumkan kebijakan moneter dan tingkat suku bunga, disusul dengan press conference

Kamis 18 Januari
- Pidato Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester
- Australia merilis Jobs Report
- China mempublikasi data GDP, Industrial Production, Fixed Asset Investment dan Retail Sales
- AS merilis data Building Permits, Housing Starts, Jobless Claims dan Philly Fed Manufacturing Index

Jumat 19 Januari
- New Zealand merilis laporan aktivitas sektor manufaktur
- Inggris merilis data Retail Sales
- Kanada mempublikasi Manufacturing Sales dan Foreign Securities Purchases
- AS merilis laporan UoM Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-january-15--19-1102665
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com