Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 2 - 5 Januari 2018

Ditulis oleh Satrio pada 02 January 2018 10:28


Forexindo - Dolar AS jatuh ke level terendah lebih dari 3 bulan terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya di perdagangan akhir Desember 2017 dengan memposting persentase penurunan terbesar tahunan sejak 2003.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya turun ke 91.83. Ini adalah level yang terendah sejak 22 September 2017. Di sepanjang tahun 2017, Indeks Dolar merosot sebanyak 9.8% yang menjadi persentase penurunan terburuk sejak tahun 2003.

Indeks Dolar mengawali 2017 dengan kenaikan ke level tertinggi 14 tahun yang didorong oleh ekspektasi agenda kebijakan ekonomi Presiden Trump, namun market juga menyaksikan pemerintahan Trump mengalami banyak hambatan untuk meloloskan RUU reformasi pajak AS dimana investor tidak terlalu optimis terhadap dampak dari implementasi reformasi pajak terhadap ekonomi AS di tahun 2018.

Dolar juga tertinggal meskipun Federal Reserve telah menaikkan tingkat suku bunganya sebanyak 3 kali di tahun 2017 di tengah meningkatnya ekspektasi market terhadap kebijakan bank sentral lainnya untuk mengurangi program stimulus.

Di sisi yang lain, Euro menanjak terhadap Dolar, dengan EUR/USD menutup harga di atas 1.20 di perdagangan akhir tahun. Di sepanjang 2017, Euro memposting kenaikan 14% terhadap Dolar dimana pertumbuhan Zona Euro diharapkan akan mengubah kebijakan moneter European Central Bank lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dolar melemah versus mata uang Yen Jepang dengan USD/JPY yang menutup harga di 112.67 di akhir tahun.

Di sepanjang 2017, USD/JPY mencatat penurunan 3.64%. Sebaliknya, Euro membukukan kenaikan 9.85% terhadap Yen.

Sterling juga mencatat kenaikan terhadap Dolar di tahun 2017, dengan GBP/USD yang menanjak 9.58%.

Untuk pekan pertama di awal tahun 2018, investor akan memperhatikan laporan Employment AS (Average Hourly Earnings, NFP dan Unemployment Rate). Market juga akan menyimak notulen FOMC untuk mencari indikasi terbaru kebijakan moneter Federal Reserve.

Berikut di bawah ini adalah data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Selasa 2 Januari
- China melaporkan Caixin Manufacturing PMI
- Inggris merilis data Manufacturing PMI

Rabu 3 Januari
- Inggris merilis data Construction PMI
- AS melaporkan ISM Manufacturing PMI

Kamis 4 Januari
- Publikasi notulen FOMC (pukul 02:00 WIB dini hari)
- China merilis laporan Caixin Services PMI
- Inggris melaporkan data Services PMI dan Net Lending to Individuals
- AS merilis laporan ADP Non-farm Employment Change dan Jobless Claims

Jumat 5 Januari
- Australia mempublikasi data Trade Balance
- Jerman melaporkan Retail Sales
- Zona Euro merilis data CPI
- Kanada melaporkan data Employment CHange, Unemployment Rate dan Trade Balance
- AS merilis data Average Hourly Earnings, NFP, Unemployment Rate dan ISM Non-Manufacturing PMI

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-january-2--5-1047908
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com