Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 18 - 22 Desember 2017

Ditulis oleh Satrio pada 18 December 2017 02:41


Forexindo - Dolar ditutup lebih tinggi terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya di perdagangan Jumat 15 Desember, di tengah optimisme market terhadap tax reform AS menyusul adanya laporan yang menyebutkan bahwa Republikan telah mengumpulkan cukup suara untuk dapat meloloskan program reformasi pajak.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya terapresiasi sekitar 0.40% di kisaran level 93.93 di akhir pekan.

Anggota DPR Kevin Brady, mengatakan pada media bahwa Republikan di DPR dan Senat AS telah membicarakan RUU pajak yang telah dirombak dan kemudian siap untuk disahkan. Ini terjadi setelah dua orang Republikan meminta perubahan pada undang-undang yang diusulkan.

DPR AS diharapkan memberikan hasil voting terhadap RUU tersebut pada hari Selasa (19/12). Beberapa investor memperkirakan bahwa perombakan/pemotongan pajak AS akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi AS, meskipun tidak sedikit pula analis yang memprediksi bahwa reformasi pajak AS tidak akan berdampak signifikan dalam jangka menengah.

Meskipun Dolar berbalik menguat pada hari Jumat 15 Desember, Indeks Dolar hanya mencatat kenaikan yang tipis di sepanjang pekan (11-15 Desember) setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya di tahun ini, seperti yang telah diperkirakan secara luas, dan memberikan indikasi bahwa the Fed tidak mengubah kebijakannya di tahun depan (2018) dimana hal ini mengecewakan banyak investor yang telah berspekulasi bahwa setidaknya the Fed akan menaikkan sebanyak empat kali kenaikan suku bunga.

Sementara itu, Euro berakhir melemah terhadap Dolar di akhir pekan, dengan EUR/USD yang turun 0.25% di kisaran 1.1749 pada hari Jumat 15/12, setelah kebijakan moneter European Central Bank (ECB) untuk tetap menjaga tingkat suku bunga dan program stimulus, yang menekan permintaan terhadap Euro.

Di sisi yang lain, Pound Inggris anjlok terhadap Dolar dimana negosiasi Brexit masih terus menekan Sterling setelah PM Inggris Theresa May mendapat kesepakatan dari Uni Eropa untuk mengalihkan negosiasi agar dapat memetakan rencana hubungan perdagangan antara Inggris - Uni Eropa.

Pada hari Kamis (14/12), Bank of England (BoE) melakukan voting dengan hasil suara bulat untuk mempertahankan suku bunga 0.5% seperti yang telah diperkirakan, karena para pembuat kebijakan masih dihadapkan pada ketidakpastian mengenai prospek Brexit, dengan tingkat upah dan produktivitas yang dipandang masih lemah.

Pekan berikutnya, data final GDP kwartal ketiga AS akan menjadi fokus utama investor, dimana market akan mulai mengurangi aktivitas perdagangan sebelum libur Natal dan Tahun Baru.

Dari Inggris, pelaku pasar akan memperhatikan data final pertumbuhan Inggris untuk mencari indikasi terbaru keberlanjutan dampak Brexit terhadap ekonomi.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan dapat mempengaruhi sentimen market:

Senin 18 Desember
- Jepang merilis data Trade Balance
- Zona Euro melaporkan data inflasi
- Kanada melaporkan data Foreign Securities Purchases

Selasa 19 Desember
- New Zealand merilis data Business Confidence sektor swasta
- Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan kebijakan moneter
- Ifo Institute melaporkan Business Climate Jerman
- AS merilis data Building Permits, Housing Starts dan Current Account

Rabu 20 Desember
- New Zealand merilis data Trade Balance dan Current Account
- Pidato Presiden Bundesbank Jens Weidmann
- Gubernur Bank of England (BoE) Mark Carney menyampaikan November Financial Stability Report
- Kanada merilis data Wholesales
- AS melaporkan data Existing Home Sales

Kamis 21 Desember
- New Zealand mempublikasi GDP kwartal ketiga
- Bank of Japan (BoJ) mengumumkan kebijakan moneter
- Inggris merilis data Public Sector Net Borrowing
- Kanada merilis data inflasi dan Retail Sales
- AS melaporkan GDP kwartal ketiga, Jobless Claims dan Philly Fed Manufacturing Index

Jumat 22 Desember
- Inggris merilis data Current Account dan GDP kwartal ketiga
- Kanada melaporkan data GDP bulanan
- AS merilis data Durable Goods Orders, Core PCE Price Index, Personal Spending, Personal Income, New Home Sales dan Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-december-18--22-1001170
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com