Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 11 - 15 Desember 2017

Ditulis oleh Satrio pada 10 December 2017 23:52


Forexindo - Dolar AS terkoreksi turun tapi masih mempertahankan keunggulan terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya di perdagangan Jumat 8 Desember setelah rilis Jobs Data AS yang menunjukkan hasil beragam dimana data NFP menunjukkan peningkatan, sementara data upah memposting angka kurang dari perkiraan.

Setelah naik menyentuh level 94.00, Indeks DOlar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya ditutup lebih tinggi 0.10% di level 93.84 di akhir pekan.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan (Jumat 8 Desember) bahwa data NFP menunjukkan penambahan tenaga kerja sebanyak 228K di bulan November, melebihi perkiraan untuk peningkatan 200K pekerjaan.

Angka pengangguran di AS pada periode bulan yang sama mencatatkan angka yang sesuai dengan perkiraan, yakni 4.1%.

Average Hourly Earnings atau upah rata-rata per jam menunjukkan angka yang mengecewakan dengan memposting angka 0.2% di bulan November, lebih rendah dari perkiraan untuk kenaikan 0.3%.

Ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve di bulan ini (Desember 2017) memang meningkat dan kemungkinan besar bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada statement FOMC 14 Desember, akan tetapi melemahnya pertumbuhan upah telah mengurangi optimisme investor terhadap laju pengetatan moneter Federal Reserve di tahun berikutnya atau di tahun 2018.

Pasca Jobs Data AS tersebut, Euro berhasil merecovery terhadap Dolar dengan menutup harga di level 1.1774 atau naik tipis 0.01%. Sementara Pound Inggris tetap berada dalam tekanan terhadap Dolar menyusul perkembangan terbaru negosiasi Brexit, dengan menutup harga di kisaran level 1.3393 atau lebih rendah 0.60%.

Pekan berikutnya, statement FOMC yang akan digelar 14 Desember akan menjadi fokus market dengan ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis point. ECB meeting, BoE dan SNB juga akan menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 11 Desember
- AS merilis data JOLTS Job Openings

Selasa 12 Desember
- Australia mempublikasi laporan HPI dan NAB Business Confidence
- Inggris merilis data CPI dan PPI
- ZEW Institute melaporkan Economic Sentiment Jerman
- AS merilis data PPI
- Pidato Presiden ECB Mario Draghi

Rabu 13 Desember
- Pidato Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe
- Inggris merilis data pekerjaan (jobs report) bulanan
- AS merilis data CPI

Kamis 14 Desember
- Statement FOMC (dini hari pukul 02:00 WIB) yang akan disusul dengan press conference
- Australia mempublikasi jobs report
- China merilis data Industrial Production dan Fixed Asset Investment
- Swiss National Bank (SNB) mengumumkan kebijakan moneter
- Bank of England (BoE) mengumumkan keputusan kebijakan moneter
- European Central Bank (ECB) mengumumkan keputusan kebijakan moneter, disusul conference press Mario Draghi
- Kanada mempublikasi data HPI
- AS merilis data Retail Sales, Jobless Claims dan Import Prices
- Pidato Gubernur Bank of Canada (BoC), Stephen Poloz

Jumat 15 Desember
- Jepang mempublikasi laporan Tenkan Manufacturing Index dan Non Manufacturing Index
- Pidato anggota MPC-BoE, Andy Haldane
- Kanada melaporkan data Manufacturing Sales
- AS merilis data Empire State Manufacturing Index, Capacity Utilization Indeks dan Industrial Production

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-december-11--15-974522
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com