Advertisement

Outlook Mingguan dan Data Fundamental 30 Oktober - 3 November 2017

Ditulis oleh Satrio pada 29 October 2017 23:06


Forexindo - Pekan lalu Dolar menanjak ke level tertingginya dalam 3 bulan terakhir terhadap beberapa mata uang utama rival-rivalnya namun reli Dolar sedikit mengalami hambatan setelah rilis data GDP kwartal ketiga AS, Jumat 27 Oktober, menununjukkan pertumbuhan yang melebihi perkiraan.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya tercatat menguat 0.18% di level 94.72 hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan. Di sepanjang pekan (23 - 27 Oktober) Indeks Dolar membukukan kenaikan 1.33%, ini adalah kenaikan yang tertinggi dalam 1 minggu di sepanjang tahun 2017.

Reli Dolar melemah menyusul adanya laporan (Jumat 27 Oktober) yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk menunjuk Gubernur Fed Jerome Powell sebagai ketua the Fed untuk menggantikan Janet Yellen yang akan habis masa jabatannya di bulan Februari tahun 2018.

Market sejauh ini menilai bahwa Jerome Powell adalah kurang hawkish jika dibandingkan dengan John Taylor (ekonom Universitas Stanford) yang juga berpotensi untuk menduduki kursi ketua the Fed.

Dolar mendapat dukungan pada hari Kamis 26 Oktober, setelah DPR yang dikuasai Partai Republik telah meloloskan rancangan budget 2018 yang didalamnya termasuk langkah-langkah untuk mereformasi pajak AS. Banyak investor yang meyakini bahwa reformasi pajak akan dapat mendorong pertumbuhan inflasi yang dapat menjadi alasan bagi the Fed untuk tetap menjalan rencananya menaikkan suku bunga dengan laju lebih cepat.

Sementara itu Euro berada dalam tekanan, turun sekitar 1.48% di sepanjang pekan yang menjadi penurunan dalam 1 minggu terbanyak setelah bulan Maret yang lalu. Euro makin tertekan setelah pernyataan ECB (Kamis 26 Oktober) yang memutuskan tetap menjaga tingkat suku bunga dan memangkas program stimulus namun memperpanjang durasi program tersebut hingga September 2018.

Situasi ketidakpastian politik di Spanyol juga diperkirakan berdampak melemahkan Euro setelah adanya berita yang menyebutkan bahwa parlemen Catalonia mengesahkan deklarasi kemerdekaannya dimana langkah tersebut kemudian diikuti tindakan tegas pemerintahan Spanyol membekukan status otonomi khusus Catalonia dan memecat Puigdemont dan wakilnya, serta belasan petinggi lainnya, termasuk pemimpin parlemen provinsi tersebut.

Madrid kemudian mempersilakan Puigdemont untuk ikut dalam pemilihan baru anggota parlemen di wilayah itu pada Desember nanti, seperti dilaporkan BBC, Sabtu (28/10/2017).

Jika Euro makin melemah terhadap Dolar, maka Sterling malah sebaliknya. Sterling berusaha untuk rebound setelah menyentuh harga terendah dalam 3 pekan terakhir. GBP/USD bouncing dari level 1.3069 hingga kemudian berakhir di kisaran 1.3133 menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.

Untuk pekan berikutnya, FOMC Statement yang akan digelar Kamis 2 November (dini hari pukul 01:00 WIB) dan data NFP (Jumat 3 November) akan menjadi fokus utama investor.

Publikasi meeting kebijakan moneter Bank of England (Boe) juga akan menjadi fokus penting, termasuk data CPI dan GDP kwartal ketiga Zona Euro.

Berikut di bawah adalah data-data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak
mempengaruhi sentimen market:

Senin 30 Oktober
- Jerman merilis data inflasi (CPI) dan Retail Sales
- Inggris mempublikasi laporan Net Lending to Individuals
- AS merilis data Core PCE Price Index, Personal Spending dan Personal Income

Selasa 31 Oktober
- New Zealand merilis laporan ANZ Business Confidence
- China melaporkan data PMI manufaktur dan non-manufaktur
- Bank of Japan (BoJ) mengumumkan kebijakan moneter dan suku bunga
- Zona Euro merilis data inflasi (CPI) dan GDP kwartal ketiga
- Kanada melaporkan data GDP dan Raw Materials Price Index (RMPI)
- AS merilis data Chicago PMI dan Consumer Confidence

Rabu 1 November
- New Zealand melaporkan Employment Change dan Unemployment Rate
- China merilis laporan Caixin Manufacturing PMI
- Inggris merilis data Manufacturing PMI
- AS melaporkan ISM Manufacturing PMI

Kamis 2 November
- FOMC statement
- Australia merilis data Trade Balance dan Building Approvals
- Inggris melaporkan data Construction PMI
- Bank of England mempublikasi notulen meeting kebijakan moneter yang akan disusul dengan press conference oleh Gubernur BoE, Mark Carney
- AS melaporkan data Jobless Claims, Prelim Nonfarm Productin dan Unit Labor Costs

Jumat 3 November
- Australia merilis data Retail Sales
- China mempublikasi laporan Caixin Services PMI
- Inggris merilis data Services PMI
- AS merilis data Average Hourly Earnings, NFP, Unemployment Rate, ISM Non-manufacturing PMI dan Factory Orders

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-october-30--november-3-549749
comments powered by Disqus
Advertisement

Advertisement

Berita Forex Terbaru

USD/TRY Diperkirakan Akan Konsolidasi Di Bawah 7,1310 - Commerzbank
(6 menit yang lalu)

Analisis Teknis EUR/USD: Pemulihan Jangka Pendek di Sekitar 1,1450. Target Berikutnya Di 1,508
(16 menit yang lalu)

Bursa Asia Menguat, IHSG Rebound
(18 menit yang lalu)

AS: Aksi Sebelum Jackson - TDS
(31 menit yang lalu)

EUR: Dipandu Oleh Turki, Italia, China, Jackson Hole Dan Pasar Musim Panas - ING
(36 menit yang lalu)

GBP/USD Melonjak Ke Puncak Baru Sesi, Melampaui Pertengahan 1,2700
(41 menit yang lalu)


Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com