Advertisement

Outlook Mingguan & Data Fundamental 16 - 20 Oktober 2017

Ditulis oleh Satrio pada 15 October 2017 22:08


Forexindo - Dolar bergerak fluktuatif terhadap beberapa mata uang utama rival-rivalnya di perdagangan Jumat 13 Oktober, setelah rilis data inflasi AS yang kurang menggembirakan sehingga membayangi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve di akhir tahun ini.

Departemen Perdagangan AS melaporkan (Jumat 13 Oktober) bahwa Consumer Price Index (CPI) untuk periode bulan September menunjukkan kenaikan 0.5%. Angka ini lebih kecil dari perkiraan untuk kenaikan 0.6%, namun sedikit lebih tinggi ketimbang data bulan Agustus yang membukukan angka 0.4%.

Core CPI atau inflasi inti (tidak termasuk harga pangan dan energi), naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan untuk kenaikan 0.2%.

Sementara itu Retail Sales AS di bulan September naik 1.6%, lebih rendah dari perkiraan untuk kenaikan 1.7%. Bulan sebelumnya data ini turun 0.2%.

Core Retail Sales (tidak termasuk penjualan automobile), naik 1.0%, lebih tinggi dari perkiraan untuk kenaikan 0.9%. Data ini bulan sebelumnya hanya naik 0.2%.

Laporan/data inflasi & Retail Sales AS tersebut dirilis setelah publikasi notulen FOMC yang menunjukkan bahwa beberapa pejabat penentu kebijakan moneter Federal Reserve mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap data inflasi di tahun ini yang tidak hanya bersifat sementara, tapi ternyata dalam perkembangannya semakin menjadi hambatan bagi the Fed untuk mengimplementasi kebijakan pengetatan moneter.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya tidak banyak bergeser di hari Jumat (13/10), setelah sempat turun ke level terendah lebih 2 pekan.

Sementara itu, Euro berbalik melemah tipis terhadap Dolar, turun 0.08% ke level 1.1822 setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa Zona EUro masih membutuhkan stimulus moneter yang substansial karena inflasi di kawasan mata uang tunggal tersebut terbilang masih rendah.

Jika Euro melemah di akhir pekan, maka Sterling tetap mempertahankan posisi yang lebih tinggi terhadap Dolar menyusul adanya berita bahwa ketua tim negosiasi Brexit dari Uni Eropa telah menawarkan masa transisi selama 2 tahun kepada Inggris, agar tetap berada di kawasan perdagangan Zona Euro.

GBP/USD naik sekitar 0.2% di posisi 1.3287 hingga menjelang penutupan perdagangan di hari Jumat (13/10). Di sepanjang pekan, Sterling terapresiasi 1.7% setelah mengalami penurunan yang terburuk pada periode minggu sebelumnya.

Untuk pekan berikutnya, investor akan memperhatikan data perumahan AS untuk melihat dampak badai yang menghantam bagian Selatan AS bulan lalu.

Data GDP China kwartal ketiga, akan menjadi perhatian market untuk mencari info terbaru terhadap pertumbuhan di negara dengan ekonomi terkuat kedua di dunia.

Data inflasi Inggris juga akan menjadi fokus investor di tengah adanya spekulasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of England di akhir tahun ini.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 16 Oktober
- China merilis data inflasi
- Kanada melaporkan Foreign Securities Purchases, BOC mempublikasi Business Outlook Survei
- AS merilis data Empire State Manufacturing Index

Selasa 17 Oktober
- New Zealand melaporkan data inflasi
- Reserve Bank of Australia (RBA) mempublikasi notulen meeting kebijakan moneter
- Inggris merilis data inflasi
- Pidato Gubernur BOE Mark Carney
- ZEW Institute melaporkan Economic Sentiment Jerman
- Zona Euro merilis data inflasi
- AS merilis data Import Prices dan Industrial Production

Rabu 18 Oktober
- Pidato Presiden ECB Mario Draghi
- Inggris melaporkan Jobs Data (Average Earnings Index, Claimant Count Change, Unemploymet Rate)
- AS merilis data Building Permits dan Housing Starts

Kamis 19 Oktober
- Australia merilis Employment Change dan Unemployment Rate
- China melaporkan data GDP kwartal ketiga
- Inggris merilis data Retail Sales
- AS merilis data Jobless Claims dan Philly Fed Manufacturing Index

Jumat 20 Oktober
- Inggris melaporkan data Public Sector Net Borrowing
- Kanada merilis data inflasi dan Retail Sales
- AS merilis data Existing Home Sales

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-october-16--20-541622
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com