Advertisement

Outlook Mingguan & Data Fundamental 9 - 13 Oktober 2017

Ditulis oleh Satrio pada 08 October 2017 21:32


Forexindo - Dolar berbalik melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya di hari Jumat 6 Oktober, setelah rilis data NFP yang menunjukkan angka jauh di bawah perkiraan, meskipun tingkat upah rata-rata per jam menunjukkan kenaikan melebihi ekspektasi.

Jobs Data AS pada periode bulan September yang dirilis Jumat 6 Oktober, menunjukkan bahwa Average Hourly Earnings atau upah rata-rata per jam meningkat 0.5%, lebih besar dari ekspektasi untuk kenaikan 0.3%. Data ini bulan sebelumnya mencatatkan angka 0.2%.

Non-Farm Employment Change (NFP) atau pertumbuhan jumlah pekerjaan (tidak termasuk industri pertanian), anjlok dengan angka -33K, jauh di bawah perkiraan untuk kenaikan 82K. Data ini di bulan sebelumnya menunjukkan angka 169K.

Tingkat pengangguran (Unemployment Rate) mencatatkan penurunan dengan angka 4.2%, lebih rendah dari perkiraan dan data bulan sebelumnya yang membukukan angka 4.4%.

Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya ditutup turun 0.16% di level 93.62 di akhir pekan, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi lebih 2 bulan di 94.10.

Adanya informasi yang menyebutkan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan uji coba peluncuran rudal jarak jauh, ikut berkontribusi menekan permintaan terhadap Dolar. Tapi masih belum ada tanggapan dari Washington terkait terhadap berita ini.

Meskipun Indeks Dolar berbalik melemah di akhir pekan, tapi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve di bulan Desember tahun ini dan meningkatnya tingkat upah di AS telah cukup berhasil membatasi pelemahan tersebut.

Sementara itu Euro mencatat rebound terhadap Dolar setelah turun menyentuh 1.1670, level terendah sejak 17 Agustus yang lalu, dan kemudian menutup harga di kisaran 1.1732. Namun Sterling tetap berada dalam tekanan di tengah ketidakpastian politik di Inggris, setelah mantan pimpinan partai konservatif, Grant Shapps, mengatakan bahwa 30 anggota parlemen Inggris menginginkan agar Theresa May mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri.

GBP/USD tercatat turun 0.40% di kisaran 1.3065 hingga jelang penutupan di akhir pekan. Di sepanjang pekan, GBP/USD anjlok 2.47%. Ini adalah penurunan terbanyak dalam lebih dari 1 tahun terakhir.

Pekan berikutnya, publikasi notulen meeting FOMC akan menjadi perhatian investor untuk mencari petunjuk terbaru terhadap rencana Federal Reserve menaikkan suku bunga di bulan Desember tahun ini. Rilis data inflasi (CPI) dan Retail Sales AS juga akan menjadi fokus investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data-data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 9 Oktober
- Pasar finansial Jepang libur
- China merilis laporan Caixin Services PMI
- Jerman melaporkan data Industrial Production
- Pasar finansial Kanada libur Thanksgiving Day
- Pasar finansial AS libur Columbus Day

Selasa 10 Oktober
- Australia merilis data NAB Business Confidence
- Inggris melaporkan data Manufacturing Production & Goods Trade Balance
- Kanada merilis data Building Permits
- Pidato Presiden Fed Menneapolis Neel Kashkari

Rabu 11 Oktober
- Pidato Presiden Fed Dallas Robert Kaplan
- AS melaporkan data JOLTS Job Openings

Kamis 12 Oktober
- Publikasi notulen meeting FOMC (Federal Open Market Committee), pukul 01:00 WIB dini hari
- AS merilis data PPI & Jobless Claims
- Pidato Presiden ECB Mario Draghi
- Pidato Gubernur Fed Jerome Powell & Lael Brainard

Jumat 13 Oktober
- New Zealand merilis data Manufacturing Index
- Reserve Bank of Australia (RBA) mempublikasi Financial Stability Review
- China melaporkan data Trade Balance
- AS merilis data CPI, Retail Sales & Consumer Sentiment

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-october-9--13-538381
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2017 Forexindo.com