Advertisement

Outlook Mingguan & Data Fundamental 25 - 29 September 2017

Ditulis oleh Satrio pada 24 September 2017 21:06


Forexindo - Setelah reli dalam 5 hari berturut-turut, Dolar akhirnya melemah terhadap Yen di hari Jumat 22/09, setelah mencuatnya kembali tensi geopolitik antara AS dengan Korea Utara yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven Yen.

USD/JPY mengalami penurunan 0.43% di level 111.98 menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, mundur dari 112.70 yang menjadi level tertinggi 2 bulan.

Dolar melemah terhadap Yen setelah Korea Utara memberikan pernyataan (Jumat 22/09) bahwa negara itu dapat melakukan uji coba bom hidrogen di Samudra Pasific. Pernyataan tersebut muncul setelah pidato Presiden As Donald Trump di sidang umum PBB, yang mengancam akan membalas secara total apabila wilayah AS dan para sekutunya terancam serangan Korut.

Dolar melompat cukup signifikan, ditutup naik 0.81% di level 92.30 setelah publikasi notulen FOMC dan konferensi pers Janet Yellen yang bernada hawkish memberikan isyarat bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga (yang ke-3) di akhir tahun ini dan tiga kali di tahun depan. Yellen mengatakan bahwa normalisasi (pemangkasan balance sheet) tetap akan dilakukan secara bertahap dan terencana yang akan dimulai bulan Oktober tahun ini.

Tapi kemudian Dolar kehilangan dorongan dan melemah hingga penutupan perdagangan Jumat 22/09, menyusul “risk off trade” akibat tensi geopolitik yang kembali mencuat ke permukaan. Indeks Dolar yang mewakili kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama lainnya, membukukan apresiasi sekitar hanya 0.12% saja di sepanjang pekan (18 - 22 September).

Sementara itu Sterling cenderung defensif (melemah 0.53% di posisi 1.3509) di akhir pekan setelah pidato PM Inggris Theresa May yang memberikan indikasi terbaru tentang bagaiman proses Brexit akan berjalan. May mengajukan proposal periode transisi selama sekitar 2 tahun setelah Inggris keluar dari Uni Eropa. Dalam masa transisi tersebut, akses perdagangan pasar tunggal (UE) akan berlanjut di bawah aturan yang sekarang berlaku.

Untuk pekan berikutnya, investor akan menyimak pidato Presiden ECB Mario Draghi, termasuk pidato beberapa pimpinan bank sentral lainnya. Antara lain BOE, BOC dan BOJ. Rilis data GDP AS dan Inggris juga akan menjadi perhatian market.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi dari data-data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 25 September
- Pidato Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda
- Ifo Institute melaporkan Business Climate Jerman
- Pidato Fed's New York, William Dudley, dan Fed's Chicago, Charles Evans
- Pidato Gubernur ECB, Mario Draghi

Selasa 26 September
- Pidato Fed's Minneapolis, Neel Kashkari, dan Fed's Governor Lael Brainard
- New Zealand merilis data Business Confidence
- AS melaporkan data Consumer Confidence dan New Home Sales
- Pidato Ketua the Fed, Janet Yellen

Rabu 27 September
- AS merilis data Durable Goods Order dan Pending Home Sales
- Pidato Gubernur BOC, Stephen Poloz

Kamis 28 September
- Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mengumumkan tingkat suku bunga
- Jerman merilis data estimasi CPI
- Pidato Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda
- Pidato Gubernur BOE, Mark Carney
- AS merilis data GDP kwartal ke-2 (final) dan Jobless Claims

Jumat 29 September
- China mempublikasi laporan Caixin Manufacturing PMI
- Jerman melaporkan data Retail Sales
- Inggris mempublikasi data Current Account dan GDP kwartal ke-2 (final)
- Zona Euro melaporkan data inflasi September
- Kanada merilis data GDP bulanan
- AS merilis data Core PCE Price Index, Personal Spending, Personal Income, Chicago PMI dan Consumer Sentiment
- Pidato Presiden ECB, Mario Draghi
- Pidato Gubernur BOE, Mark Carney

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex--weekly-outlook-september-25--29-532198
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2018 Forexindo.com