Advertisement

Outlook Mingguan & Data Fundamental 17 - 21 Juli 2017

Ditulis oleh Satrio pada 16 July 2017 22:01


Forexindo - Dolar jatuh ke level terendah sejak Oktober 2016 terhadap beberapa major currencies rival-rivalnya pada hari Jumat 7 Juli, menyusul lemahnya rilis data inflasi dan Retail Sales AS yang menambahkan keraguan investor terhadap rencana Federal Reserve untuk menaikkan tingkat suku bunga (yang ke-3) di tahun ini.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama lainnya mengalami penurunan sekitar 0.69% ke level 94.9 hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, yang menjadi level terendah sejak 5 Oktober 2016.

Consumer Price Index (CPI) AS yang menjadi indikator inflasi, mencatat angka yang stagnan di bulan Juni. Core CPI atau inflasi inti tercatat naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan untuk kenaikan 0.2%.

Retail Sales AS di bulan Juni mencatat angka mengecewakan, turun 0.2%, lebih rendah dari data bulan sebelumnya yang juga mengalami penurunan 0.1%. Ekspektasi untuk data ini adalah kenaikan 0.1%.

Core Retail Sales AS (tidak termasuk penjualan automobile), turun 0.2%, lebih kecil dari ekspektasi untuk kenaikan 0.2%. Data ini bulan sebelumnya turun 0.3%.

Lemahnya data inflasi dan Retail Sales AS ini menumbuhkan keraguan terhadap prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS untuk yang ketiga kalinya di tahun. Namun demikian, Janet Yellen dalam testimoninya di hadapan kongres AS pekan lalu, mengatakan bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga, dan bahwa pasar tenaga kerja AS yang solid akan dapat mengangkat pertumbuhan inflasi.

Di akhir pekan, EUR/USD mendaki 0.62% ke level 1.1469, GBP/USD menanjak 1.25% di posisi 1.3100, USD/JPY anjlok 0.65% di harga 112.54, sementara USD/CAD terpuruk 0.57% di posisi 1.2649.

Untuk pekan berikutnya, notulen meeting ECB akan menjadi perhatian market untuk mencari indikasi terbaru terkait dengan isu-isu yang berkembang saat ini, bahwa bank sentral Eropa diperkirakan akan mengurangi besaran program stimulusnya.

Rilis data GDP kuartal ke-2 China dan data inflasi Inggris juga akan menjadi perhatian investor.

Berikut di bawah ini adalah kompilasi data/peristiwa fundamental yang diperkirakan berdampak mempengaruhi sentimen market:

Senin 17 Juli
- Hari libur pasar finansial Jepang (Marine Day)
- China merilis data GDP kwartal ke-2
- Zona Euro melaporkan revisi data CPI
- Kanada melaporkan Foreign Securities Purchases
- AS merilis data Empire State Manufacturing Index

Selasa 18 Juli
- New Zealand merilis data CPI
- Australia mempublikasi notulen meeting Reserve Bank of Australia (RBA)
- Inggris melaporkan data CPI, PPI dan RPI
- ZEW melaporkan Economic Sentiment Jerman
- Pidato Gubernur Bank of England, Mark Carney

Rabu 19 Juli
- Kanada merilis data Manufacturing Sales
- AS melaporkan data Building Permits & Housing Starts

Kamis 20 Juli
- Australia merilis Employment Report & NAB Business Confidence
- Bank of Japan (BOJ) mengumumkan kebijakan moneter, Outlook Report & Policy Rate, dilanjutkan dengan konferensi pers
- Inggis merilis data Retail Sales
- ECB mengumumkan kebijakan moneter, dilanjutkan dengan konferensi pers
- AS melaporkan data Jobless Claims & Philly Fed Manufacturing Index

Jumat 21 Juli
- Inggris melaporkan data Public Sector Net Borrowing
- Kanada merilis data CPI & Retail Sales

Source: https://www.investing.com/news/forex-news/forex---weekly-outlook:-july-17---21-506064
comments powered by Disqus

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2017 Forexindo.com